Header Ads

Header ADS

PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DENGAN PENDEKATAN BELAJAR KELOMPOK


Oleh. H. Qomaruddin, S.Ag, M.A*

           Untuk membina hubungan antar manusia dan manusia dengan Tuhan maka pengajaran Aqidah Akhlak harus dikembangkan mulai dari anak usia belia dan harus berkelanjutan. Berdasarkan kesadaran akan tugas dan tujuan, guru Aqidah Akhlak harus mampu menghayati segala gejala dan masalah yang timbul dan terjadi dalam kehidupan. Mengembangkan anak didik untuk terus mampu berfikir harus dijadikan landasan pelaksanaan pengajaran dan pendidikan termasuk pada pengajaran Aqidah Akhlak.
            Dengan berbagai cara dan upaya, para pendidik ingin mengantarkan siswanya untuk lebih baik. Namun, kenyataannya kurang sesuai dengan apa yang diharapkannya. Hal ini dapat kita lihat dari hasil ulangannya. Maka dari itu peneliti akan membuktikan bahwa metode belajar kelompok dapat meningkatkan kinerja dan prestasi belajar siswa.
            Belajar kelompok adalah suatu cara belajar dimana beberapa siswa berkumpul membentuk kelompok belajar untuk bekerjasama dan tukar menukar pendapat dalam bentuk yang menghasilkan ketetapan yang telah disepakati bersama dalam bentuk yang menghasilkan ketetapan yang telah disepakati bersama dalam rangka menyelesaikan tugas atau mengkaji suatu materi pelajaran dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak.
            Pendidikan adalah suatu pengajaran yang mengarah pada perubahan tingkah laku sedangkan Aqidah Akhlak adalah pendidikan yang mengarah pada pengajaran agama khususnya perubahan tingkah laku sesuai dengan agama Islam sedangkan Aqidah Akhlak bukan hanya sekedar memberi pengetahuan tentang keagamaan, tetapi justru yang lebih utama adalah membiasakan anak didik taat dan patuh menjalankan ibadah dan berbudi luhur serta bertingkah laku, baik di dalam kehidupan sesuai dengan norma-norma yang telah ditetapkan dalam agamanya masing-masing khususnya agama Islam.
            Agama Islam adalah agama yang bersumber dari wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW, untuk mengatur tata hidup semesta maupun hubungan dengan Maha Penciptanya.
            Dengan demikian Islam adalah agama yang mengatur hubungan sesama hamba Allah dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan, manusia tidak dapat melepaskan satu sama lainnya dalam mencapai Aqidah Akhlak kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat. Mengingat pentingnya peranan agama tersebut, maka agama perlu diketahui, digali, dipahami, dihayati, dan diyakini, kemudian diamalkan oleh setiap pemeluknya sehingga kelak benar-benar menjadi manusia yang berperadaban dan berkepribadian luhur.
            Menurut Winarno Surahmad dalam bukunya Metodologi Pengajaran Nasional dituliskan : perbuatan belajar mengandung semacam perubahan diri seseorang yang melakukan perbuatan belajar. Perubahan ini dapat dinyatakan sebagai suatu kecakapan, suatu kebebasan, suatu sikap, suatu pengertian dan pengetahuan. (Winarno Surahmad, 1975, hal. 8)
            Menurut ilmu jiwa, daya belajar adalah usaha melatih daya-daya itu agar berkembang sehingga orang dapat berfikir, mengingat dan sebagainya. Menurut ilmu jiwa asosiasi: belajar adalah membentuk hubungan stimulasi agar berkaitan. (Demar Hamalik, 1980, hal. 30).
            Dari pernyataan dua ahli di atas dapat disimpulkan dengan belajar dapat terjadi perubahan dalam diri seseorang, perubahan ini dapat dinyatakan sebagai suatu kecakapan, kebiasaan, sikap pengertian dan keterampilan berfikir cepat menganalisa, situasi, tekun menghadapi situasi yang sulit dan dapat mengambil keputusan dengan tepat.
            Karena proses belajar adalah suatu yang kompleks untuk itu perlu diketahui prinsip-prinsip belajar agar dapat diterapkan pada saat melaksanakan kegiatan belajar yaitu:
1.      Untuk belajar kita memerlukan dorongan atau motivasi. Dorongan dapat lahir dari diri sendiri atas kesadaran diri untuk belajar lebih tekun. Disamping itu juga bahwa prestasi yang baik dalam belajar sudah sepantasnya mendapatkan penghargaan, misalnya peringkat terbaik dalam kelas, supaya terdorong untuk lebih giat lagi dalam belajar.
2.      Belajar harus senantiasa mempunyai tujuan yang jelas.
3.      Belajar harus disertai dengan keinginan dan ulangan agar menguasai apa yang dipelajari, diskusi dan dibiasakan.
4.      Belajar harus disertai kemauan yang kuat dan sanggup mengatasi rintangan untuk mencapai hasil yang baik.
Sedangkan belajar kelompok yang menjadi pembahasan dalam penulisan ini adalah suatu
cara belajar untuk bekerjasama dan tukar-menukar pendapat dalam bentuk yang menghasilkan ketetapan yang telah disepakati bersama dalam rangka menyelesaikan tugas atau mengkaji suatu materi pelajaran.
            Pembentukan kelompok belajar dikembangkan atas dasar pertimbangan berikut:
1.      Siswa sebagai makhluk sosial memiliki dorongan yang kuat untuk menampilkan kekuasaannya didepan orang lain, dan memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan orang lain.
2.      Tidak semua masalah dapat dipecahkan sendiri sehingga dibutuhkan bantuan dan pendapat orang lain.
3.      Proses dan hasil belajar yang diperoleh dari diskusi kelompok lebih kaya dan komprehensif.
4.      Siswa sebagai individu mempunyai prestasi belajarnya berbeda-beda satu sama lain.
Sehingga mengembangkan cara agar peserta didik lebih mudah cara belajarnya bisa juga
guru menjadi mediasi bagi siswa untuk membentuk belajar kelompok. Agar bisa saling bertukar pikiran dan berdiskusi tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Penulis sengaja melakukan riset selama dua bulan untuk membuktikan bagaimana reaksi setelah dibentuk belajar kelompok dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak tentang materi Akhlak Tercela Kepada Sesama di Kelas VIII pada MTs Salafiyah Banjarworo-Bangilan.
            Dalam penelitian ini tindakan yang akan diberikan berupa penerapan belajar kelompok pada mata pelajaran Aqidah Akhlak pokok bahasan “Akhlak Tercela Kepada Sesama” pada siswa kelas VIII dengan jumlah 35 anak.
            Pada siklus pertama, perencanaan yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan ini adalah:
1.      Merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
2.      Menyusun urutan penyajian materi untuk Aqidah Akhlak
3.      Merumuskan materi secara garis besar
4.      Guru mengadakan apersepsi tentang materi
5.      Guru membentuk kelompok belajar sebagai pelaksanaan pembelajaran ini
6.      Guru memberikan informasi bahwa kelompok belajar tersebut harus dilaksankan dan dimengerti oleh siswa dengan sebaik mungkin karena kinerja kelompok sangat menentukan hasil pembelajaran ini
Adapun kendala pada siklus yang pertama adalah guru masih merasacanggung sehingga
ketika dalam memberikan instruksi kurang tegas dan gamblang. Penerapan sistem kerja kelompok masih membingungkan. Rasa kebersamaan dan saling membantu dalam kelompok belajar masih belum muncul. Sehingga guru berencana mengadakan perbaikan pada siklus yang kedua. Dengan tambahan-tambahan sebagai berikut: meningkatkan kinerja guru, meningkatkan rasa kebersamaan dan saling membantu antar kelompok sehingga antar kelompok terjadi persaingan tetapi persaingan yang mengarah pada hal yang lebih baik. Dari data nilai rata-rata prestasi belajar siswa (hasil tes) menunjukkan ada peningkatan, dengan metode belajar kelompok menunjukkan hasil yang baik, pada siklus yang pertama: 51,6% dan pada siklus yang kedua meningkat menjadi 85%. Hal ini menandakan bahwa hasil belajar pada siswa kelas VIII  pada semester II di MTs Salafiyah Banjarworo kecamatan Bangilan dinyatakan berhasil.
            Pembelajaran apapun selama kita sebagai guru selalu malakukan inovasi-inovasi yang baik dan menyenangkan kepada siswa, pembelajaran itu akan berjalan dengan sukses. Sebenarnya tidak ada siswa yang kurang mampu Cuma bagaimana cara guru dalam melakukan pendekatan-pendekatan cara pembelajaran yang canggih kepada siswa. Karena siswa kurang begitu tertarik dengan cara pembelajaran yang monoton dan kurang menarik secara tidak sadar cara yang kurang menarik itu berimbas pada tingkat prestasi belajar siswa.


H. Qomaruddin, S.Ag, M. A 
Kepala MTs Salafiyah Banjarworo-Bangilan
Lahir: Tuban, 1970-06-06
NIP: 197006061994031002

NUPTK: 6938748651200012

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.