Header Ads

Header ADS

Bagaimana Tata Cara Sholat untuk Muslimah yang akan Menikah?


Foto diambil dari Dakwatuna.com
Oleh : Farichatul Auliya

Saudariku, pernikahan merupakan hal yang sangat sacral bagi umat islam. Menikah bukan hanya sunnah, tapi kewajiban bagi semua insan. Seseorang tidak dikatakan sempurna imannya jika belum menikah. Karena menikah adalah setengah dari iman. Banyak keberkahan yang turun dari langit saat kita menikah. Senyum Rasul pun mengembang karena dengan menikah, kita bisa melahirkan generasi-generasi penerus dakwah. Bahkan Arsy Allah pun turun bergetar ketika akad diucapkan. MasyaAllah, betapa Allah dan rasul-Nya sangat memuliakan pernikahan.
Namun dewasa ini banyak hal dalam pernikahan yang tidak sesuai dengan syariat Islam, khususnya untukmu, Saudariku. Mengingat dalam pernikahan, engkau akan dirias dengan begitu anggunnya, kau akan menjadi ratu dalam sehari. Tapi terkadang, banyak dari kita, para muslimah, lalai untuk menjalankan sholat ketika menikah. Entah karena lamanya proses rias, atau lamanya acara pernikahan. Secara tidak langsung pernikahan seperti itu seperti mengkotori keberkahan yang turun dari langit. Mencampur adukkan keberkahan dengan kemurkaan.
Jangan khawatir Saudariku, Islam turun dengan segala kemudahan. Islam bukan agama yang menyulitkan umatnya. Banyak cara yang diberikan agama Islam dalam menghadapi problematika hidup. Tak terkecuali problematika sholat untuk wanita yang melangsungkan pernikahan. Berikut penjelasan dari Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, MA Al Khafidz, dosen mata kuliyah Masail al-Fiqhiyyah UIN SUNAN AMPEL SURABAYA mengenai tata cara Sholat untuk muslimah yang menikah.
Sebelum berhias, dianjurkan bagi muslimah untuk wudhu terlebih dahulu agar tetap bisa melaksanakan sholat. Akan tetapi ketika batal wudhunya. Dia harus niat untukmenjamak ta’khir tanpa qashar sholatnya. Misalnya acara pernikahan dimulai setelah maghrib. Maka muslimah yang batal wudhunya bisa menjamak ta’khir tanpa qasharsetelah acara walimahan selesai. Perlu diingat bahwa kita tidak boleh menqasharnyakarena qashar hanya dilakukan saat bepergian. Karena tatacara ini diambil berdasarkan hadist shohih muslim tentang kebolehan menjamak sholat bagi orang yang berada dalam kesibukan dan tidak berkesempatan untuk menjalankan sholat.
Hukum ini pun berlaku bagi sopir transportasi umum antar kota, provinsi, maupun antar pulau. Hal yang perlu ditekankan dalam hal ini adalah niat. Khususnya bagi wanita yang hendak menikah. Jangan sampai berniat untuk menghutang sholat. Muslimah wajib niat untuk menjamak. Karena hutang atau qhadha hanya bias dilakukan oleh wanita haidh yang belum melaksanakan sholatnya. Demikianlah Saudariku kemudahan yang diberikan Allah untuk wanita yang menikah. Menikah adalah keberkahan yang tak boleh ternodai dengan apapun, terlebih dengan kelalaian menjalankan sholat. Sekian dariku, salam sahabat pena.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.